My Blog List

Followers

About Me

RSS

Statistik

Nama: Suzanawati
kelas: 5F

1.    Pengertian Statistik
Statistik adalah ilmu yang mempelajari tentang seluk beluk data, yaitu tentang pengumpulan, pengolahan, penganalisa, penafsiran dan penarikan kesimpulan dari data yang berbentuk angka (Ir. M. Iqbal Hasan,. M.M)

2.    Pengertian Statistika
Statistika adalah pengetahuan yang berhubungan dengan cara-cara pengumpulan data, pengolahan atau penganalisannya dan penarikan kesimpulan berdasarkan kumpulan data dan penganalisisan yang dilakukan.

3.    Pengertian Statistika Pendidikan
Statistika pendidikan adalah ilmu pengetahuan yang membahas atau mempelajari dan mengembangkan prinsip-prinsip, metode dan prosedur yang perlu ditempuh atau dipergunakan, dalam rangka mengumpulkan, penyusunan, penyajian, penganalisisan bahan keterangan yang berujud angka.

4.    Pengertian Data Statistik
Data statistik adalah kumpulan keterangan atau fakta yang menjelaskan mengenai suatu persoalan.

5.    Contoh Macam-macam Data
Berdasarkan sifatnya:

  • Data kualitatif, yaitu data yang berupa kategori. Contoh: rusak, baik, senang, puas, berhasil, gagal dan sebagainya.
  • Data kuantitatif, yaitu data yang berbentuk bilangan atau angka. Contoh: 1 m, 2 m, 3 meja, 1 kursi dan sebagainya.
Berdasarkan bentuk data kuantitatif:
  • Data diskrit, yaitu data yang diperoleh dari hasil perhitungan. Contoh: Banyaknya perserta kuliah hari ini, Banyak pengunjung pada sebuah Plaza, Penghuni rumah no. 12, dan sebagainya.
  • Data kontinu, yaitu data yang diperoleh dari hasil pengukuran. Contoh: Jarak tempuh dari rumah ke kampus (km), Hasil Panen Petani A (ton), Prestasi belajar mahasiswa B (IPK), Keterampilan pegawai C (menit).
Berdasarkan Skala Pengukuran:
  • Nominal. Skala nominal merupakan skala data yang sangat sederhana, dimana angka yang dicantumkan hanya untuk mengklasifikasikan. Variable (data yang dapat berubah-rubah nilainya) yang datanya merupakan bersekala nominal disebut variabel nominal.
  • Ordinal. Data ordinal adalah data yang diperoleh dengan kategorisasi, dimana angka-angka yang dicantumkan merupakan pembeda juga menunjukan adanya urutan tingkatan yang berdasarkan criteria tertentu.
Ciri-ciri data berskala nominal, yaitu:
  1. Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda saja dari data yang posisinya stara
  2. Tidak berlaku operasi matematik, seperti: >,Data jenis kelamin: pria di beri tanda 1, perempuan diberi tanda 2; Data mata pencaharian: buruh diberi tanda 1, pegawai negeri diberi tanda 2, pengusaha diberi tanda 3; Kode pos: kecamatan A diberi tanda 45391, kecamatan B diberi tanda 45392 dan kecamatan C diberi tanda 45393. Dari contoh tersebut kita tidak bisa menyatakan bahwa pria lebih rendah dari perempuan dan begitu pula sebaliknya. Dengan tanda pria =1 tidak berlaku perhitungan +,- atau /. Misal pria (1) + pria (1) tidak mungkin menghasil 2 adalah perempuan. Penjelasan yang sama untuk contoh kode pos, missal kode pos 45391 dan 45396 itu hanya membedakan tempat saja.


Ciri-ciri skala ordinal, yaitu :
  1. Angka yang dicantumkan digunakan sebagai tanda pembeda serta menyatakan tingkatan data saja.
  2. Tidak berlaku opersi matematik (X, -, /, + dan ^). Contoh: Data tentang tingkat pendidikan: lulusan SD diberi tanda 1, lulusan SMP diberi tanda 2, lulusan SMU diberi tanda 3, lulusan D-1 diberi tanda 4, lulusan D-2 diberi tanda 5, lulusan S-0 diberi tanda 6, lulusan S-1 diberi tanda 7. Dari contoh tersebut kita hanya dapat menyatakan bahwa tingat pendikan seseorang lebih rendah atau tinggi saja. Tidak berlaku bahwa seseorang lulusan SMP yang mempunyai ijazah SD = 1 dan ijazah SMP =2 menjadi seseorang lulusan SMU yang diberi tanda 3.
  • Interval. Data skala interval adalah data yang diperoleh dari hasil pengukuran yang tidak mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Suhu 0C - 100C atau 32F - 212F
  • Rasio. Data skala rasio adalah data yang diperoleh dari hasil perhitungan yang mempunyai nilai nol mutlak. Contoh: Misalnya jumlah buku adalah 5 jika ada 5 buku, maka dinyatakan nilainya 5 dan jika tidak ada buku ,maka nilainya dinyatakan 0.
Berdasarkan sumbernya:
  • Data Intern, yaitu data dalam lingkungan sendiri. Contohnya: data pribadi, spesifikasi produk, beban biaya produksi, kualitas produk dan sebagainya.
  • Data Ekstern, yaitu data yang diperoleh dari pihak atau sumber lain, sehingga berdasarkan sumbernya, data ekstern terbagi menjadi dua bagian lagi, yaitu:
  • Data Ekstern Primer, yaitu data pihak lain yang langsung dikumpulkan oleh peneliti itu sendiri. Contoh: Peneliti mencatat kapasitas produksi produk c di pabrik A, peneliti mencatat kualitas produk di pabarik A, peneliti mencatat penghasilan bulanan pegawai Pabrik A, Peneliti mencatat prestasi akademik mahasiswa Jurusan A.
    • Data Ekstern Sekunder, yaitu data dari pihak lain yang dikumpulkan melalui sebuah perantara lagi, lengkapnya data ekstern sekunder adalah mengambil atau menggunakan, sebagian atau seluruh data dari sekumpulan data yang telah dicatat atau dilaporkan oleh badan atau orang lain. Contoh: Peneliti mencatat data kualitas produk C dari hasil laporan peneliti lainnya untuk diterapkan dalam contoh aplikasi metode barunya tersebut.
6.    Cara-cara Pengumpulan Data
Ada beberapa macam cara-cara pengumpulan data antara lain yaitu:
a.    Angket (Kuesionare)
Angket adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada responden untuk menggali data sesuai dengan permasalahan penelitian. Menurut Masri Singarimbum, pada penelitian survai, penggunaan angket merupakan hal yang paling pokok untuk pengumpulan data di lapangan. Hasil kuesioner inilah yang akan diangkakan (kuantifikasi), disusun tabel-tabel dan dianalisa secara statistik untuk menarik kesimpulan penelitian.
Tujuan pokok pembuatan kuesioner adalah  (a) untuk memperoleh informasi yang relevan dengan masalah dan tujuan penelitian, dan (b) untuk memperoleh informasi dengan reliabel dan validitas yang tinggi. Hal yang perlu diperhatikan oleh peneliti dalam menyusun kuesioner, pertanyaan-pertanyaan yang disusun harus sesuai dengan hipotesa dan tujuan penelitian.
Menurut Suharsimi Arikunto, sebelum kuesioner disusun memperhatikan prosedur sebagai berikut:
  • Merumuskan tujuan yang akan dicapai dengan kuesioner.
  • Mengidentifikasikan variabel yang akan dijadikan sasaran kuesioner.
  • Menjabarkan setiap variabel menjadi sub-sub variabel yang lebih spesifik dan tunggal.
  • Menentukan jenis data yang akan dikumpulkan, sekaligus unit analisisnya.

Contoh Angket
  1. Angket Terbuka, yaitu angket dimana responden diberi kebebasan untuk menjawab
Contoh: Metode apa yang digunakan oleh Bapak/ibu  dalam pengajaran PAI dikelas?
a......................
b......................
c......................
d......................

  1.  Angket Tertutup, apabila jawaban pertanyaan sudah disediakan oleh peneliti.
Contoh: Apakah Bapak/Ibu senantiasa memeriksa hasil pekerjaan anak dikelas?
a.    Selau
b.    Sering
c.    Jarang sekali

  1. Angket semi terbuka, yaitu jawaban pertanyaan sudah diberikan oleh peneliti, tetapi diberi kesempatan untuk menjawab sesuai kemauan responden
Contoh: Apa metode yang Bapak?Ibu gunakan dalam pengajaran PAI
a.    Diskusi
b.    Ceramah
c.    ............

b. Tes
Tes adalah serentetan pertanyaan atau latihan serta alat lain yang digunakan untuk mengukur ketrampilan, pengetahuan intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok.
Ditinjau dari sasaran atau obyek yang akan dievaluasi,  ada beberapa macam tes dan alat ukur yaitu:
  1. Tes kepribadian atau personality test, yaitu tes yang digunakan untuk mengungkap kepribadian seseorang, seperti self–concept, kreativitas, disiplin, kemampuan khusus, dan sebagainya.
  2. Tes bakat atau abtitude test, yaitu tes yang digunakan untuk mengukur atau mengetahui bakat seseorang.
  3. Tes intelegensi atau intellegence test, yaitu tes yang digunakan untuk mengadakan estimasi atau perkiraan terhadap tingkat intelektual seseorang dengan cara memberikan berbagai tugas kepada orang yang akan diukur intelegensinya.
  4. Tes sikap atau attitude test, yang sering disebut dengan istilah kala sikap, yaitu alat yang digunakan untuk mengadakan pengukuran terhadap berbagai sikap seseorang.
  5. Tes minat  atau measures test yaitu tes yang digunakan untuk menggali minat seseorang  terhadap sesuatu.
  6. Tes prestasi atau achievement test yaitu tes yang digunakan untuk mengukur pencapaian seseorang setelah mempelajari sesuatu.

c. Wawancara
Wawancara merupakan proses komunikasi yang sangat menentukan dalam proses penelitian. Dengan wawancara data yang diperoleh akan lebih mendalam, karena mampu menggali pemikiran atau pendapat secara detail. Oleh karena itu dalam pelaksanaan wawancara diperlukan ketrampilan dari seorang peneliti dalam berkomunikasi dengan responden. Seorang peneliti harus memiliki ketrampilan dalam mewawancarai, motivasi yang tinggi, dan rasa aman, artinya tidak ragu dan takut dalam menyampaikan wawancara. Seorang peneliti juga harus bersikap netral, sehingga responden tidak merasa ada tekanan psikis dalam memberikan jawaban kepada peneliti.
Secara garis besar ada dua macam pedoman wawancara, yaitu:
  1. Pedoman wawancara tidak terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang hanya memuat garis besar yang akan ditanyakan. Dalam hal ini perlu adanya kreativitas pewawancara sangat diperlukan, bahkan pedoman wawancara model ini sangat tergantung pada pewawancara.
  2. Pedoman pewawancara terstruktur, yaitu pedoman wawancara yang disusun secara terperinci sehingga menyerupai chek-list. Pewawancara hanya tinggal memberi tanda v (check).
Dalam pelaksanaan penelitian dilapangan, wawancara biasanya wawancara dilaksanakan dalam bentuk ”semi structured”. Dimana interviwer menanyakan serentetan pertanyaan yang sudah terstruktur, kemudian satu persatu diperdalam  dalam menggali keterangan lebih lanjut. Dengan model wawancara seperti ini, maka semua variabel yang ingin digali dalam penelitian akan dapat diperoleh secara lengkap dan mendalam.
Menurut Nasution, ada beberapa hal yang dapat ditanyakan dalam wawancara, antara lain: pengalaman, pendapat, perasaan, pengetahuan, pengeinderaan dan latar belakang pendidikan.
Dalam pelaksanaan wawancara, sering kita temukan dilapangan adanya perbedaan persepsi pandangan tentang hal-hal tertentu yang berkaitan dengan masalah penelitian, antara peneliti dengan orang yang diwawancarai. Berdasar hal tersebut, yang perlu diketahui bahwa dalam penelitian kualitatif naturalistik, ada dua istilah yaitu informasi emic dan etic. Informasi emic adalah informasi yang berkaitan dengan bagaimana pandangan responden terhadap dunia luar berdasar perspektifnya sendiri, sedangkan yang berdasar perspektif peneliti disebut informasi etic.

d.  Dokumen
Data dalam penelitian kualitatif kebanyakan diperoleh dari sumber manusia atau human resources, melalui observasi dan wawancara. Sumber lain yang bukan dari manusia (non-human resources), diantaranya dokumen, foto dan bahan statistik. Dokumen terdiri bisa berupa buku harian, notula rapat, laporan berkala, jadwal kegiatan, peraturan pemerintah, anggaran dasar, rapor siswa, surat-surat resmi dan lain sebagainya.
Selain bentuk-bentuk dokumen tersebut diatas, bentuk lainnya adalah foto dan bahan statistik. Dengan menggunakan foto akan dapat mengungkap suatu situasi pada detik tertentu sehingga dapat memberikan informasi deskriptif yang berlaku saat itu. Foto dibuat dengan maksud tertentu, misalnya  untuk melukiskan kegembiraan atau kesedihan, kemeriahan, semangat dan situasi psikologis lainya. Foto juga dapat menggambarkan situasi sosial seperti kemiskinan daerah kumuh, adat istiadat, penderitaan dan berbagai fenomena sosial lainya.
Selain foto, bahan statistik  juga dapat dimanfaatkan sebagai dokumen yang mampu memberikan informasi kuantitatif, seperti jumlah guru, murid, tenaga administrasi dalam suatu lembaga atau organisasi. Data ini sangat membantu sekali bagi peneliti dalam menganalisa data, dengan dokumen-dokumen kuantitatif ini analisa data akan lebih mendalam sesuai dengan kebutuhan penelitian.

e. Observasi
Agar observasi yang dilakukan oleh peneliti memperoleh hasil yang maksimal, maka perlu dilengkapi format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Dalam pelaksanaan observasi, peneliti bukan hanya sekedar mencatat, tetapi juga harus mengadakan pertimbangan kemudian mengadakan penilaian ke dalam suatu skala bertingkat.
Seorang peneliti harus melatih dirinya  untuk melakukan pengamatan. Banyak yang dapat kita amati di dunia sekitar kita dimanapun kita berada. Hasil pengamatan dari masing-masing individu akan berbeda, disinilah diperlukan sikap kepekaan calon peneliti tentang realitas diamati. Boleh jadi menurut orang lain realitas yang kita amati, tidak memiliki nilai dalam kegiatan penelitian, akan tetapi munurut kita hal tersebut adalah masalah yang perlu diteliti.
Observasi dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu observasi partisipasi dan non-partisipan. Observasi partisipasi dilakukan apabila peneliti ikut terlibat secara langsung, sehingga menjadi bagian dari kelompok yang diteliti. Sedangkan observasi non partisipan adalah  observasi yang dilakukan dimana peneliti tidak menyatu dengan yang diteliti, peneliti hanya sekedar sebagai pengamat.
Menurut Nasution, ada beberapa  hal yang perlu diperhatikan dalam melakukan observasi, antara lain:
  1. Harus diketahu dimana observasi dapat dilakukan, apakah hanya ditempat-tempat pada waktu tertentu atau terjadi diberbagai lokasi?
  2. Harus ditentukan siapa-siapa sajakah yang dapat diobservasi, sehingga benar-benar representatif?
  3. Harus diketahui dengan jelas data apa yang harus dikumpulkan sehingga relevan dengan tujuan penelitian.
  4. Harus diketahui bagaimana cara mengumpulkan data, terutama berkaitan dengan izin pelaksanaan penelitian.
  5. Harus diketahui tentang cara-cara bagaimana mencatat hasil observasi.

7.    Pengertian Populasi
Menurut Nazir (2005: 271) pengertian populasi adalah kumpulan dari individu dengan kualitas serta ciri-ciri yang telah ditetapkan. Kualitas atau ciri tersebut dinamakan variabel. Sebuah populasi dengan jumlah individu tertentu dinamakan populasi finit sedangkan, jika jumlah individu dalam kelompok tidak mempunyai jumlah yang tetap, ataupun jumlahnya tidak terhingga, disebut populasi infinit. Misalnya, jumlah petani dalam sebuah desa adalah populasi finit. Sebaliknya, jumlah pelemparan mata dadu yang terus-menerus merupakan populasi infinit. 

8.    Pengertian Sampel
Menurut Sugiyono Sampel adalah sebagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut.
 9.    Pengetian Variabel
Hatch & Farhady (1981) Variable didefinisikan sebagai Atribut seseorang atau obyek yang mempunyai variasi antara satu orang dengan yang lain atau satu obyek dengan obyek yang lain.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Materi ke2 morfologi



PERTEMUAN KE-2
(NOMINA DAN PRONOMINA)
    A. Nomina
            Nomina sering disebut kata benda, dapat dilihat dari tiga segi, yakni segi semantis, segi sintaksis, dan segi bentuk. Dari segi semantis, kita dapat mengatakan bahwa nomina adalah kata yang mengacu pada manusia, binatang, benda, dan konsep yang atau pengertian. Dengan demikian, kata seperti guru, kucing, meja dan kebangsaan adalah nomina. Dari segi sintaksisnya, nomina mempunyai ciri-ciri tertentu:
1. Dalam kalimat yang prediketnya verba, nomina cenderung menduduki fungsi subjek, objek, atau pelengkap.
2. Nomina tidak dapt diingkarkan dengan kata tidak. Kata pengingkarannya ialah bukan. Untuk mengingkrkan kalimat ayah saya guru harus dipakai kata bukan: ayah saya bukan guru.
3. Nomina umumnya dapat diikutu oleh akjektiva, baik secara langsung maupun dengan diantarai oleh kata yang. Dengan demikian, buku dan rumah adalah nomina karena dapt bergabung menjadi buku baru dan rumah mewah atau buku yang baru dan rumah yang mewah.
Nomina dari segi bentuk terdiri atas dua macam, yakni:
1. Nomina yang berbentuk kata dasar
Nomina dasar adalah nomina yang hanya terdiri atas satu morfem. Contoh nomina dasar dibagi menjadi nomina dasar umum dan nomina dasr khusus.
a. Nomina Dasar Umum
Gambar                 tahun
Meja                      pisau
Rumah                   tongkat
Malam                   kesatria
Minggu                  hukum
b. Nomina Dasar Khusus
Adik                      bawuk             paman
Atas                       farida               pekalongan
Batang                   selasa               pontianak
Bawah                   butir                 kamis
Dalam                    muka               maret
2. Nomina turunan
Nomina dapat diturunkan melalui afiksasi, perulangan, atau pemejemukan. Afiksasi nomina adalah suatu proses pembentukan nomina dengan menambahkan afiks tertentu pada kata dasar. Seperti kebesaran memang diturunkan dari kata dasar besar sebagai sumbernya, tetapi pembesaran tidak diturunkan dari kata dasar yang sama,besar, tetapi dari verba membesarkan.

    B. Pronomina
Pronomina adalah kata yang dipakai untuk mengacu kepada nomina lain. Ciri lain yang dimiliki pronomina ialah bahwa acuannya dapt berpindah-pindah karena bergantung kepada siapa yang menjadi pembica atau penulis, siapa yang menjadi pendengar atau pembaca, atau siapa atau apa yang dibicarakan.
Ada tiga macam pronomina dalam bahasa indonesia, yakni:
1. Pronomina persona
       Adalah pronomina yang dipakai untuk mengacu pada orang.
Contoh: saya, aku, engkau, kamu dan anda
2.Pronomina Penunjuk
            Dalam bahasa indonesia ada tiga macam yaitu:
a. Pronomina penunjuk umum ialah ini, itu, dan anu
Contohnya: jawaban itu, lamaran itu maslah ini, dan rumusan ini.
b. Pronomina petunjuk tempat ialah sini, situ, atau sana.
Contoh: kita kan bertolak dari sini.
3.Pronomina penanya
adalah pronomina yang dipakai sebagai permarkah pertanyaan. Dari segi maknanya, yang ditanya itu dapat mengenai orang, barang, atau pilihan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Morfologi Lanjut Materi ke-1



PERTEMUAN 1 (AFIKS)

Afiks adalah imbuhan. Afiksasi merupakan proses pengimbuhan.
Bagian-bagian Afiks yaitu:
1. Prefiks
    Prefiks adalah imbuhan yang terletak diawal kata. contohnya: awalan ber-....
berlari,bermain.bekerja,berenang.

2. Infiks
    Infiks merupakan sisipan. Menurut kamus dewan edisi ke-4: sisipan ialah imbuhan yang disisipkan di tengah-tengah sesuatu kata pokok. tetapi menurut tatabahasa dewan, sisipan ialah imbuhan yang diselipkan di antara unsur-unsur kata dasar.infiks juga merupakan sisipan yang terletak di antara konsonan dan vokal pertama kata dasar.
contoh sisipan:-em-,-el-,-er-,-in-.
-em-: Gilang-> Gemilang,Guruh-> Gemuruh.
-er-: Gigi-> Gerigi, Suling-> Seruling.
-el-: Tunjuk-> Telunjuk, Kupas-> Kelupas.
-in-: Sambung-> Sinambung.

3. Sufiks
    Sufiks adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. contohnya: akhiran -i.-kan.-an..
cucian,

4. Konfiks
    Konfiks merupakan imbuhan yang terletak di awal dan di akhir kata dasar.
contohnya: imbuhan per-an,ber-an.
pertemuan, perbekalan,pertentangan,perkenalan, bertaburan, berlanjutan, dll.
5. Simulfiks
    Simulfiks merupakan penyingkatan imbuhan. contohnya: Mengetik-> Ketik.

"Imbuhan Apitan dan Imbuhan Gabungan".
         a. Imbuhan Apitan.
             Merupakan Gandingan imbuhan awalan dan akhiran yang melingkungi kata dasar secara serentak contohnya: imbuhan per-an. Pertambahan.
  • Tingkat awalan [tambah]
                                   [per[tambah]]          pengimbuhan per-
  • Tingkat akhiran  [[per[tambah]]an]    pengimbuhan -an
  • Output               [pertambahan]                                                                                           

    b. Imbuhan Gabungan
        Merupakan Gandingan imbuhan awalandan akhiran secara berperingkat atau hadirnya tidak serentak. contohnya: imbuhan per-an: pertemuan, pendidikan.
                                    imbuhan meN-kan: menduakan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

RIWAYAT HIDUP


 

Nama kepanjangan suzanawati, saya biasa di panggil zana. saya lahir di sebuah Kepulauan Riau tempatnya di Pulau Anambas pada tanggal 28 April 1991,saya anak ketiga dari tiga bersaudara, Dari pasangan Ariffin dan Rosmiyati. pendidikanya,Sekolah Dasar Negri di Desa Rewak ( 2004  ) , Sekolah Menengah  Pertama di Letung
 (  2007  ) dan Sekolah Menengah Atas di Letung   ( 2010 ).
Melanjutkan Studi pada Jurusan Pendidikan Bahasa dan Seni  di Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP,  Universitas Islam Riau Pekanbaru.


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS